Spring Mounting untuk Cooling Tower: Panduan Memilih dan Memasang
Cooling tower adalah salah satu equipment yang paling sering dipasang di rooftop — dan paling sering menimbulkan complaint getaran. Pemilihan spring mounting yang tepat adalah kunci untuk mencegah getaran merambat ke seluruh struktur gedung.
Mengapa Cooling Tower Butuh Spring Mounting?
Cooling tower menghasilkan getaran dari tiga sumber sekaligus:
- Motor kipas (fan motor) — berputar pada 700-1450 RPM, menghasilkan getaran mekanis kontinu
- Pompa sirkulasi — jika pompa dipasang di dekat cooling tower, getaran pompa menambah beban vibrasi
- Aliran air — jatuhnya air dari fill ke basin menciptakan getaran frekuensi rendah yang konstan
Tanpa isolasi getaran yang memadai, tiga sumber getaran ini merambat melalui struktur rooftop ke seluruh gedung. Hasilnya: suara dengung di ruangan di bawah rooftop, sambungan pipa bocor, dan dalam kasus ekstrem — retak pada beton struktur.
Tipe Spring Mounting untuk Cooling Tower
Pilihan tipe spring mounting disesuaikan dengan ukuran dan lokasi cooling tower:
| Ukuran Cooling Tower | Tipe Spring Mounting | Alasan |
|---|---|---|
| Kecil (5-15 TR, 100-300 kg) | Spring Mounting FB | Flexible base ideal untuk frekuensi rendah kipas |
| Menengah (15-30 TR, 300-600 kg) | Spring Mounting AK atau AL | AK untuk compact, AL dengan leveling bolt untuk rooftop tidak rata |
| Besar (30-100 TR, 600-1500 kg) | Spring Mounting AL atau R | Kapasitas tinggi, bisa diangkur |
| Sangat Besar (100+ TR, 1500+ kg) | Spring Mounting R | Tipe housed wajib, kapasitas custom tersedia |
Cara Menghitung Kapasitas untuk Cooling Tower
Perhitungan kapasitas spring mounting untuk cooling tower sedikit berbeda dari equipment lain karena berat operasional harus mencakup air di basin:
- Tentukan berat operasional — berat kosong + berat air di basin (tidak termasuk air sirkulasi). Cooling tower kecil bisa memiliki berat operasional 2-3x berat kosong.
- Hitung jumlah titik support — kebanyakan cooling tower memiliki 4 titik tumpu (kaki I-beam atau channel).
- Gunakan safety factor 25% — cooling tower tidak menghasilkan beban impulsif, 25% sudah mencukupi untuk beban dinamis kipas.
Contoh: Cooling Tower Liang Chi 20 TR
Berat operasional: 450 kg
Jumlah titik: 4
Safety factor: 25%
Kapasitas per titik = (450 ÷ 4) × 1.25 = 140.6 kg
Rekomendasi: Spring Mounting FB 150 kg/titik atau AK 150 kg/titik
Instalasi Spring Mounting di Rooftop
Cooling tower hampir selalu dipasang di rooftop. Instalasi spring mounting di rooftop memiliki pertimbangan khusus:
- Base frame wajib rigid — cooling tower harus dipasang di atas steel base frame (I-beam atau channel) yang cukup kaku. Jangan pernah meletakkan spring mounting langsung di bawah kaki cooling tower tanpa base frame.
- Angkur untuk tipe R — Spring Mounting R harus diangkur ke base frame dengan baut. Ini penting untuk mencegah pergeseran akibat angin di rooftop.
- Leveling kritis — rooftop tidak selalu rata sempurna. Gunakan Spring Mounting AL yang memiliki leveling bolt built-in untuk mengkompensasi kemiringan.
- Flexible connector di piping — pasang flexible connector pada pipa inlet/outlet cooling tower. Pipa rigid yang langsung tersambung akan mem-bypass isolasi getaran spring mounting.
- Curb isolation — jika cooling tower dipasang di atas concrete curb, pastikan curb juga diisolasi dari struktur dengan neoprene pad di bawahnya.
Perawatan Spring Mounting untuk Cooling Tower
Lingkungan cooling tower yang basah dan lembab memerlukan perhatian ekstra:
- Cek korosi setiap 6 bulan — uap air dari cooling tower bisa mempercepat korosi housing. Housing galvanis/cat harus diperiksa rutin.
- Pastikan drainase baik — jangan biarkan spring mounting terendam air. Genangan air menyebabkan korosi dan menurunkan performa dudukan neoprene.
- Periksa leveling — setelah 1-2 tahun operasi, periksa apakah cooling tower masih level. Penurunan yang tidak merata harus dikoreksi.
- Ganti dudukan neoprene jika mengeras — paparan panas dan ozon di rooftop bisa membuat neoprene mengeras dalam 5-10 tahun. Ganti jika sudah kehilangan elastisitas.
